Cara Memeriksa Air Radiator untuk Mencegah Overheat
Cara Memeriksa Air Radiator untuk Mencegah Overheat
cucimobilmedan.com - Overheat adalah salah satu penyebab utama mesin rusak parah (piston macet, head gasket jebol, hingga blok silinder retak). Biaya perbaikan overheat bisa puluhan juta rupiah, padahal hampir semua kasus bisa dicegah hanya dengan rutin cek dan isi air radiator. Berikut panduan lengkap dan praktis cara memeriksanya dengan benar.
Kenapa Air Radiator Harus Selalu Dicek?
- Air radiator lama-lama berkurang karena penguapan alami dan kebocoran kecil.
- Jika sampai kurang, sirkulasi pendingin terganggu → suhu mesin naik drastis.
- Air radiator yang sudah kotor atau karatan justru mempercepat korosi pada mesin dan radiator.
Kapan Harus Memeriksa Air Radiator?
- Minimal 1 minggu sekali (pagi hari sebelum mesin dinyalakan)
- Sebelum perjalanan jauh
- Saat indikator suhu di dashboard mulai naik mendekati “H”
- Setelah terjebak macet panjang atau nanjak berat
Langkah-Langkah Memeriksa Air Radiator dengan Aman
Peringatan penting: JANGAN PERNAH buka tutup radiator saat mesin PANAS! Tekanan uap bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar parah.
- Pastikan mesin benar-benar dingin Idealnya pagi hari sebelum mobil pertama kali dinyalakan, atau minimal 3–4 jam setelah mesin mati.
- Buka kap mesin, cari tabung reservoir (tabung plastik transparan) Biasanya bertuliskan “COOLANT” atau ada simbol thermometer.
- Lihat level air pada tabung reservoir
Ada tanda “LOW/F” (rendah) dan “FULL” (penuh).
- Normal: level di antara LOW dan FULL
- Jika di bawah LOW → harus segera ditambah
- Jika kosong sama sekali → jangan langsung nyalakan mesin, cek kebocoran dulu
- Cek warna dan kondisi air radiator
- Normal: hijau, merah muda, orange, atau biru (tergantung merek coolant) dan bening
- Bahaya: keruh, cokelat seperti karat, berbusa, atau ada endapan minyak → segera ganti total
- Jika perlu, buka tutup radiator utama (hanya saat mesin dingin!)
- Buka perlahan sambil tekan ke bawah (tutup model tekan-putar)
- Level air harus sampai leher pengisian (kurang lebih 2–3 cm dari bibir atas)
- Jika jauh di bawahnya, tambah sampai penuh
Cairan Apa yang Boleh Dipakai?
| Cairan | Boleh Dipakai? | Keterangan |
|---|---|---|
| Air coolant/radiator (hijau/merah/orange) | Sangat disarankan | Mengandung anti karat, anti mendidih, anti beku |
| Air keran biasa | Hanya darurat sementara | Cepat menyebabkan karat dan kerak |
| Air AC/air isi ulang | Tidak disarankan | Mengandung mineral tinggi |
| Air demineral/distilled | Boleh sementara | Lebih baik daripada air keran |
Tips: Selalu pakai coolant konsentrat yang dicampur air demineral/distilled dengan rasio 50:50 atau sesuai petunjuk kemasan.
Tanda-Tanda Air Radiator Bermasalah
- Suhu mesin cepat naik saat macet
- Ada genangan air hijau/merah di bawah mobil
- Uap keluar dari kap mesin
- Bau manis tercium dari mesin (coolant bocor terbakar)
- Lampuap putih tebal dari knalpot (kemungkinan head gasket jebol)
Jadwal Perawatan Air Radiator
| Tindakan | Interval |
|---|---|
| Cek level reservoir | 1 minggu sekali |
| Ganti total air radiator | Setiap 2 tahun atau 40.000 km |
| Flush radiator (cuci) | Jika sudah keruh/karatan |
| Ganti thermostat | Setiap 4–5 tahun |
Kesimpulan
Memeriksa air radiator hanya butuh 2 menit, tapi bisa menyelamatkan mesin Anda dari kerusakan puluhan juta rupiah. Biasakan cek setiap minggu, pakai coolant berkualitas, dan jangan pernah buka tutup radiator saat panas.
Ingat: “Lebih baik isi coolant 5 menit daripada turun mesin berhari-hari.”
Jaga air radiator, maka mesin akan selalu dingin dan awet! 🚗💨

Posting Komentar untuk "Cara Memeriksa Air Radiator untuk Mencegah Overheat"